Senin, 01 April 2013

tugas penelitian sintaksis


ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA (BABAD) PADA SEBUAH PAPAN RUMAH MAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF
                                                                                                Nurmala Sari   2222100396
            Program Studi Diksatrasia
            FKIP Untirta
Abstrak
Kesalahan berbahasa Indonesia adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata, kalimat, paragrap, yang menyimpang dari sistem kaidah Bahasa Indonesia baku. Dalam mengidentifikasi kesalahan berbahasa maupun penulisan saya menelitii kesalahan penulisan yang terdapat di lingkungan sekitar yaitu dengan objek sebuah papan rumah makan untuk menjadi bahan penelitian dengan meneliti kesalahan penulisan kata babad dalam frasa soto babad. Dalam mengidentifikasi kata terdapat tiga teknik yang harus dilakukan yaitu : bentuk tulisan kata, nama kata dan makna kata. Bentuk tulisan kata menampakan wujudnya, misalnya kata berimbuhan, kata ulang, kata majemuk, paduan leksem dan bentuk dasar yang sifatnya bebas. Pengertian kata sendiri Menurut  Finoza (2010: 80 ) Kata adalah satuan bentuk terkecil dari kalimat yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna. Kata-kata yang dibentuk dengan menggabungkan huruf atau morfem, akan kita akui sebagai kata bila bentuk mempunyai makna. kata merupakan satuan terbesar dalam morfologi jika dalam sintaksis kata merupakan satuan yang terkecil namun keduanya saling berkaitan bahwa morfologi dengan sintaksis merupakan bagian dari subsistem gtamatika  (grammar) atau tata bahasa. Maka akan berkaitan dengan ilmu morfosintaksis yang merupakan gabungan antara ilmu bahasa morfologi dengan sintaksis.
Kata kunci : kata, kesalahan berbahasa indonesia, morfosintaksis


I.      LATAR BELAKANG
Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina, dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi mendatang (Keraf, 1994: 1).
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulis. Artinya bahwa bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kemauan yang murni manusiawi dan tidak instingtif, dengan pertolongan sistem lambang-lambang yang diciptakan dengan sengaja. Penyampaian informasi atau pesan tersebut tentunya dengan menggunakan kalimat. Maka, agar pesan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima oleh penerima hendaknya perlu memperhatikan penyusunan kalimat efektif.
Sebagai seorang calon guru khususnya guru Bahasa Indonesia sering kita jumpai kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para siswa. Kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para siswa tersebut ternyata dapat dibagi kedalam 2 kategori yaitu kategori kesalahan dalam bidang keterampilan yang meliputi menyimak, membaca, menulis dan membaca, serta kesalahan dalam bidang linguistik yang meliputi tata bentuk bunyi (fonologi), tata bentuk kata (morfologi), tata bentuk kalimat (sintaksis).
Pengertian dari Analisis Kesalahan Berbahasa itu sendiri adalah suatu teknik untuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan secara sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh si terdidik atau siswa yang sedang belajar bahasa asing atau bahasa kedua dengan menggunakan teori-teori dan prosedur-prosedur berdasarkan linguistik.
Sementara Pateda (50-66) juga menjelaskan bahwa analisis kesalahan berbahasa dibagi kedalam daerah-daerah kesalahannya. Menurut pateda daerah kesalahan berbahasa dibagi menjadi 4 antara lain : (1) Daerah kesalahan fonologi, (2) Daerah kesalahan morfologi, (3) Daerah kesalahan sintaksis, (4) Daerah kesalahan semantis. Meskipun daerah kesalahan tersebut sudah diklasifikasikan tetapi antara daerah kesalahan bahasa satu dengan yang lain saling berhubungan.
Berpijak dari pemikiran tersebut, untuk mengetahui ragam bentuk kesalahan pemakaian / penulisan dalam Bahasa Indonesia yang terjadi dilingkungan sekitar  maka saya mencoba untuk menyusun sebuah makalah yang berjudul : “ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA (babad) PADA PAPAN SEBUAH RUMAH MAKAN, dengan objek penelitian adalah papan rumah makan. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah referensi yang bermanfaat bagi segenap pihak yang membutuhkannya.














II.       LANDASAN TEORI
1.         Pengertian kata
Menurut Bloomfield (1994:163) Kata adalah satuan bebas terkecil.
Menurut  Keraf (1991:53) kata adalah Kesatuan-kesatuan terkecil yang diperoleh sesudah sebuah kalimat dibagi atas bagian-bagiannya dan mengandung suatu ide.
Menurut Ramlan (2009:33) Kata adalah satuan bebas yang paling kecil atau dengan  kata lain, setiap satu satuan bebas merupakan kata.
Menurut KBBI (2005:513) Kata adalah unsur yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.

2.         Ciri kata
Menurut Bloomfield (1933) menggunakan kebeasan berdiri sendiri dalam ujaran sebagai ciri kata. Pakar lain, seperti Hocket (1958) berpandangan bahwa kata memiliki ciri berupa jeda dan dapat diisolasi. Selanjutnya, ciri dapat dipisahkan berarti kata tertentu dapat saja menempati awal kalimat, ditengah kalimat, atau di akhir kalimat.
Cara memindahkan kata-kata itu tentu saja menggunakan kaidah tertentu, misalnya kaidah kemasukakalan atau kelogisanaa dan keeratan hubungan antara kata yang satu dan kata yang lain. Kemudian, ciri dapat ditukar karena kata tertentu dapat diganti atau ditukar dengan kata yang lain sesuai dengan keinginan pembicara. Penggantian tersebut tentu saja sesuai dengan faktor-faktor penentu atau yang terlibat, yang menghasilkan suatu kalimat.
Terkait dengan ciri kata yang disampaikan di atas, kita dapat menggabungkan ciri-ciri tersebut. Akan tetapi, ciri dapat berdiri sendiri dalam ujaran dan berfungsi dapat kita pakai sebagai patokan utama. Dengan ciri dapat berdiri sendiri dalam ujaran, secara tersirat ciri kemungkinan untuk disela, diganti, dipindahkan, dan dapat diisolasi sudah tercakup di dalamnya, sedangkan ciri berfungsi, secara tersirat dan ciri bermakna telah tersirat di dalamnya. Patokan ini dapat dipergunakan untuk memberikan definisi atau membatasi apa yang dimaksud dengan kata.
3.       
















III.             METODE PENELITIAN

1.      Jenis penelitian
Penelitian ini mengkaji tentang kesalahan Bahasa Indonesia yang ditinjau dari segi penulisan kata dalam sebuah papan rumah makan. Jenis penlitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman (verstehen) yang sifatnya umum terhadap suatu kenyataan sosial. Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu, tetapi didapatkan setelah dilakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus dari penelitian. Berdasarkan hasil analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang abstrak sifatnya tentang kenyataan-kenyataan khusus kemudian diabstraksikan dalam bentuk kesimpulan yang umum.

2.      Sumber Data
Data-data penelitian di ambil dari  lapangan yaitu papan rumah makan yang bertuliskan Soto Babad. Komposisi  ini dijadikan data penelitian  karena data ini dapat diamati secara langsung dalam bentuk tertulis sehingga memudahkan proses identifikasi dan klasifikasi kesalahan. Tempat ini beralamat di jl. Raya jakarta - Serang dekat kampus UNTIRTA. Gambar diambil pada tanggal 31-05-2012 pukul 11:47 AM.

3.      Analisis Data
Analisis data, pertama yang dilakukan adalah terjun kelapangan dengan mencari target yang akan diteliti, setelah mendapatkan target yang akan diteliti yaitu sebuah papan rumah makan dan target tersebut mengalami kesalahan penulisan dalam Bahasa Indonesia kemudian diidentifikasi kesalahan penulisan pada papan rumah makan tersebut. Setelah diidentifikasi kesalahan penulisan tersebut, kemudian dibandingkan dengan papan  bertuliskan yang sama yaitu soto babat (penulisan yang benar) ternyata mayoritas papan rumah makan yang saya jumpai di kota serang bertuliskan soto babat bukan soto babad, namun data yang diambil bukan itu saja, agar mendapatkan data yang rill dilanjutkan dengan mencari kebenarana yaitu dengan melihat di dalam kamus besar bahasa Indonesia apakah kata (babad) yang dimaksud memliki arti yang sama seperti halnya yang bertuliskan soto babat atau tidak. Ternyata data yang diperoleh yaitu kata (babad) itu sendiri memiliki makna yang berbeda dengan kata (babat). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh melalui penelitian pada sebuah papan rumah makan yang bertempat di jl. Raya jakarta - Serang dekat kampus UNTIRTA mengalami kekeliruan dalam penulisan kata soto babad.


















IV.             PEMBAHASAN
a.     Pembahasan
Berdasarkan hasil analisa / studi pengamatan saya pada sebuah papan rumah makan terdapat kesalahan utama dalam penulisan Bahasa Indonesia, yaitu : (1) Kesalahan penulisan kata (diksi). Kesalahan yang terjadi adalah, penulisan kata yang digunakan terdengar kurang pas dan terdengar rancu ditelinga.

Contoh :
. . . . WARTEG CITRA BAHAR
SEDIA : Soto Babad, Soto Ayam, Ayam Bakar dll

Kata yang bercetak tebal (Babad) terdengar kurang pas, meskipun kata babad masuk dalam kosa kata Bahasa Indonesia baku, dan masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata babad itu sendiri dalam kamus bahasa indonesia yaitu kisahan berbahasa jawa, Sunda, Bali, Sasak dan Madura yang berisi peristiwa sejarah; cerita sejarah ; riwayat sejarah; tambo hikayat.
Yang dimaksud pemilik rumah makan tersebut adalah Soto Babat. Arti kata babad itu sendiri  di dalam kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu perut besar pada binatang memamah biak (seperti lembu, kerbau) : daging perut besar. Hal ini tentunya perlu dijadikan pertimbangan, meskipun di kehidupan masyarakat awam yang tidak tahu-menahu masalah tersebut karena hal seperti kesalahan penulisan  itu tidak terlalu penting dan tidak dipermasalahkan namun bagi para pakar linguistik dalam menelaah kesalahan penulisan sebuah papan rumah makan menjadi hal yang patut untuk diperbaiki karena jika dalam kata atau kalimat terdapat kesalahan penulisan maka akan berakibat fatal dan mengandung makna yang berbeda pula. Hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan kita dalam tata bahasa Indonesia bahwa bahasa juga patut diperhatikan walaupun sedikit kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu kita harus memperhatikan dalam penulisan dan harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Memperhatikan kesalahan di atas, jelas nampak bahwa munculnya kesalahan-kesalahan penulisan Bahasa Indonesia dalam sebuah  papan rumah makan bukanlah sesuatu yang bersifat tidak disengaja. Karena aturan atau tata cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar, namun hal ini semata-mata dilakukan sebagai sarana untuk menciptakan daya tarik tulisan, sehingga terdapat motivasi yang kuat bagi pembaca. Namun, tentunya hal ini jika tidak ditangani lebih lanjut maka akan merusak tatanan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengingat kesalahan-kesalahan tersebut lambat laun akan menjadi sesuatu yang dapat diterima dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa oleh masyarakat.
Sebuah kata mengemban peran yang penting dalam sebuah kalimat atau tuturan, karena arti atau makna sebuah kalimat dapat dibangun dengan pemilihan kata yang tepat. Apabila terjadi kesalahan pemilihan kata maka terjadi pergeseran arti atau makna kalimat, tidak sebagaimana yang diinginkan penulisnya. Bagi pembaca, kesalahan tersebut akan menimbulkan kesalahpahaman atas arti atau makna yang dimaksudkan penulis.

b.         Hasil penelitian
Kajian morfologi dapat juga dilakukan melalui teknik kisi-kisi atau matriks.
Imperatif                    aktif                             pasif
Babad                         membabad                   dibabad
Babat                          membabat                    dibabat

Analisis di atas dapat dilihat kata babad dapat diaktifkan menjadi membabad kemudian di pasifkan menjadi dibabad. Masing-masing memilki arti yang berbeda yaitu jika di aktifkan memiliki arti yang melakukan pekerjaan (kata kerja) sedangkan jika di pasifkan dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan.











V.                KESIMPULAN
Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa, klausa, atau kalimat, serta ketidaktepatan pemakaian partikel. Analisis kesalahan dalam bidang tata kalimat menyangkut urutan kata, kepaduan, susunan frase, kepaduan kalimat, dan logika kalimat. Kalimat adalah serangkaian kata yang tersusun secara bersistem sesuai dengan kaidah yang berlaku untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan yang relatif lengkap. Sbuah kalimat hendaknya berisikan suatu gagasan atau ide. Agar gagasan atau ide sebuah kalimat dapat dipahami pembaca, fungsi bagian kalimat yang meliputi subjek, predikat, objek, dan keterangan harus tampak dengan jelas (eksplisit).
Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisa / studi pengamatan pada sebuah papan rumah makan terdapat kesalahan utama dalam penulisan Bahasa Indonesia, yaitu: (1) Kesalahan penulisan kata (diksi), Kemunculan kesalahan-kesalahan pemakaian Bahasa Indonesia dalam papan sebuah rumah makan bukanlah sesuatu yang bersifat tidak disengaja. Karena aturan atau tata cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar, namun hal ini semata-mata dilakukan sebagai sarana untuk menciptakan daya tarik tulisan, sehingga terdapat motivasi yang kuat bagi pembaca. Namun, tentunya hal ini jika tidak ditangani lebih lanjut maka akan merusak tatanan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengingat kesalahan-kesalahan tersebut lambat laun akan menjadi sesuatu yang dapat diterima dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa oleh masyarakat.






VI.             DAFTAR PUSTAKA

Sumber buku :
R, Odien. 2004. Ikhwal Ilmu Bahasa dan Cakupannya: Banten. FKIP Untirta Press
.Alya, Qonita. 2009. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Jakarta. PT. Indahjaya Adipratama
M.pd. Dr. H. Syarifudin E. 2009. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Banten. Fakultas Tarbiyah dan Adab IAIN “SMH”
Finoza, Lamuddin.2009. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta:Diksi Insan Mulia


Sumber Internet : 


















VII.          LAMPIRAN

                              


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar