ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA (BABAD) PADA SEBUAH PAPAN RUMAH MAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF
Nurmala Sari 2222100396
Program Studi Diksatrasia
FKIP Untirta
Abstrak
Kesalahan berbahasa Indonesia adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan
berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata, kalimat, paragrap, yang menyimpang
dari sistem kaidah Bahasa Indonesia baku. Dalam
mengidentifikasi kesalahan berbahasa maupun penulisan saya menelitii kesalahan
penulisan yang terdapat di lingkungan sekitar yaitu dengan objek sebuah papan
rumah makan untuk menjadi bahan penelitian dengan meneliti kesalahan penulisan
kata babad dalam frasa soto babad. Dalam mengidentifikasi kata terdapat tiga teknik
yang harus dilakukan yaitu : bentuk tulisan kata, nama kata dan makna kata.
Bentuk tulisan kata menampakan wujudnya, misalnya kata berimbuhan, kata ulang,
kata majemuk, paduan leksem dan bentuk dasar yang sifatnya bebas. Pengertian
kata sendiri Menurut Finoza (2010:
80 ) Kata adalah
satuan bentuk terkecil dari kalimat yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai
makna. Kata-kata yang dibentuk dengan menggabungkan huruf atau morfem, akan
kita akui sebagai kata bila bentuk mempunyai makna. kata merupakan satuan terbesar dalam morfologi jika
dalam sintaksis kata merupakan satuan yang terkecil namun keduanya saling
berkaitan bahwa morfologi dengan sintaksis merupakan bagian dari subsistem
gtamatika (grammar) atau tata bahasa. Maka
akan berkaitan dengan ilmu morfosintaksis yang merupakan gabungan antara ilmu
bahasa morfologi dengan sintaksis.
Kata kunci : kata, kesalahan berbahasa indonesia, morfosintaksis
I.
LATAR
BELAKANG
Bahasa adalah alat
komunikasi antar anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh
alat ucap manusia. Interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan
lumpuh tanpa bahasa. Melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk,
dibina, dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi mendatang
(Keraf, 1994: 1).
Bahasa berfungsi
sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulis. Artinya bahwa bahasa adalah
suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kemauan yang murni
manusiawi dan tidak instingtif, dengan pertolongan sistem lambang-lambang yang
diciptakan dengan sengaja. Penyampaian informasi atau pesan tersebut tentunya dengan menggunakan
kalimat. Maka, agar pesan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima oleh
penerima hendaknya perlu memperhatikan penyusunan kalimat efektif.
Sebagai seorang calon
guru khususnya guru Bahasa Indonesia sering kita jumpai kesalahan-kesalahan
yang dilakukan oleh para siswa. Kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para siswa
tersebut ternyata dapat dibagi kedalam 2 kategori yaitu kategori kesalahan
dalam bidang keterampilan yang meliputi menyimak, membaca, menulis dan membaca,
serta kesalahan dalam bidang linguistik yang meliputi tata bentuk bunyi
(fonologi), tata bentuk kata (morfologi), tata bentuk kalimat (sintaksis).
Pengertian dari Analisis
Kesalahan Berbahasa itu sendiri adalah suatu teknik untuk mengidentifikasikan,
mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan secara sistematis
kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh si terdidik atau siswa yang sedang belajar
bahasa asing atau bahasa kedua dengan menggunakan teori-teori dan
prosedur-prosedur berdasarkan linguistik.
Sementara Pateda
(50-66) juga menjelaskan bahwa analisis kesalahan berbahasa dibagi kedalam
daerah-daerah kesalahannya. Menurut pateda daerah kesalahan berbahasa dibagi
menjadi 4 antara lain : (1) Daerah kesalahan fonologi, (2) Daerah kesalahan
morfologi, (3) Daerah kesalahan sintaksis, (4) Daerah kesalahan semantis.
Meskipun daerah kesalahan tersebut sudah diklasifikasikan tetapi antara daerah
kesalahan bahasa satu dengan yang lain saling berhubungan.
Berpijak dari pemikiran tersebut, untuk
mengetahui ragam bentuk kesalahan pemakaian / penulisan dalam Bahasa Indonesia yang terjadi dilingkungan sekitar maka
saya mencoba untuk menyusun sebuah makalah yang
berjudul : “ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA (babad) PADA PAPAN SEBUAH RUMAH MAKAN”, dengan objek penelitian adalah papan rumah makan. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah
referensi yang bermanfaat bagi segenap pihak yang membutuhkannya.
II. LANDASAN TEORI
1.
Pengertian kata
Menurut Bloomfield (1994:163) Kata adalah satuan bebas terkecil.
Menurut Keraf (1991:53) kata
adalah Kesatuan-kesatuan
terkecil yang diperoleh sesudah sebuah kalimat dibagi atas bagian-bagiannya dan
mengandung suatu ide.
Menurut Ramlan (2009:33) Kata adalah satuan bebas yang paling kecil
atau dengan kata lain, setiap satu
satuan bebas merupakan kata.
Menurut KBBI (2005:513)
Kata adalah unsur yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan
kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.
2.
Ciri kata
Menurut Bloomfield (1933) menggunakan kebeasan
berdiri sendiri dalam ujaran sebagai ciri kata. Pakar lain, seperti Hocket
(1958) berpandangan bahwa kata memiliki ciri berupa jeda dan dapat diisolasi.
Selanjutnya, ciri dapat dipisahkan berarti kata tertentu dapat saja menempati
awal kalimat, ditengah kalimat, atau di akhir kalimat.
Cara memindahkan kata-kata itu tentu saja
menggunakan kaidah tertentu, misalnya kaidah kemasukakalan atau kelogisanaa dan
keeratan hubungan antara kata yang satu dan kata yang lain. Kemudian, ciri
dapat ditukar karena kata tertentu dapat diganti atau ditukar dengan kata yang
lain sesuai dengan keinginan pembicara. Penggantian tersebut tentu saja sesuai
dengan faktor-faktor penentu atau yang terlibat, yang menghasilkan suatu
kalimat.
Terkait dengan ciri kata yang disampaikan di
atas, kita dapat menggabungkan ciri-ciri tersebut. Akan tetapi, ciri dapat
berdiri sendiri dalam ujaran dan berfungsi dapat kita pakai sebagai patokan
utama. Dengan ciri dapat berdiri sendiri dalam ujaran, secara tersirat ciri
kemungkinan untuk disela, diganti, dipindahkan, dan dapat diisolasi sudah
tercakup di dalamnya, sedangkan ciri berfungsi, secara tersirat dan ciri
bermakna telah tersirat di dalamnya. Patokan ini dapat dipergunakan untuk
memberikan definisi atau membatasi apa yang dimaksud dengan kata.
3.
III.
METODE PENELITIAN
1.
Jenis penelitian
Penelitian ini
mengkaji tentang kesalahan Bahasa Indonesia
yang
ditinjau dari segi penulisan kata dalam sebuah papan rumah makan. Jenis penlitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman (verstehen) yang
sifatnya umum terhadap suatu kenyataan sosial. Pemahaman tersebut tidak
ditentukan terlebih dahulu, tetapi didapatkan setelah dilakukan analisis
terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus dari penelitian. Berdasarkan hasil
analisis tersebut kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum yang
abstrak sifatnya tentang kenyataan-kenyataan khusus kemudian diabstraksikan
dalam bentuk kesimpulan yang umum.
2.
Sumber
Data
Data-data
penelitian di ambil dari
lapangan yaitu papan rumah makan yang bertuliskan Soto Babad. Komposisi ini dijadikan data penelitian karena data ini dapat diamati secara langsung
dalam bentuk tertulis sehingga memudahkan proses identifikasi dan klasifikasi
kesalahan. Tempat ini beralamat di jl. Raya
jakarta - Serang dekat kampus UNTIRTA. Gambar diambil pada tanggal 31-05-2012
pukul 11:47 AM.
3.
Analisis Data
Analisis data, pertama
yang dilakukan adalah terjun kelapangan dengan mencari target yang
akan diteliti, setelah mendapatkan target yang akan diteliti yaitu sebuah papan
rumah makan dan target tersebut mengalami kesalahan penulisan dalam Bahasa Indonesia kemudian diidentifikasi kesalahan
penulisan pada papan rumah makan tersebut. Setelah diidentifikasi kesalahan
penulisan tersebut, kemudian dibandingkan dengan
papan bertuliskan yang sama yaitu soto
babat (penulisan yang benar) ternyata mayoritas papan
rumah makan yang saya jumpai di kota serang bertuliskan soto babat bukan soto
babad, namun data yang diambil bukan itu saja, agar mendapatkan data yang rill dilanjutkan dengan
mencari kebenarana yaitu dengan melihat di dalam kamus besar bahasa Indonesia
apakah kata (babad) yang dimaksud memliki arti yang sama seperti halnya yang
bertuliskan soto babat atau tidak. Ternyata data
yang diperoleh yaitu kata (babad) itu sendiri memiliki makna yang berbeda
dengan kata (babat). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh melalui
penelitian pada sebuah papan rumah makan yang bertempat di jl. Raya jakarta - Serang dekat kampus UNTIRTA mengalami kekeliruan dalam penulisan kata soto babad.
IV.
PEMBAHASAN
a. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisa / studi
pengamatan saya pada sebuah papan rumah makan terdapat kesalahan utama dalam penulisan Bahasa Indonesia, yaitu : (1) Kesalahan penulisan kata (diksi). Kesalahan yang terjadi adalah, penulisan kata yang digunakan terdengar kurang pas dan terdengar rancu ditelinga.
Contoh :
. . . . WARTEG CITRA BAHAR
SEDIA : Soto Babad, Soto Ayam, Ayam Bakar dll
Kata yang bercetak tebal (Babad) terdengar kurang pas, meskipun kata babad masuk dalam kosa kata Bahasa Indonesia
baku, dan masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata babad itu sendiri dalam kamus bahasa indonesia
yaitu kisahan berbahasa jawa, Sunda, Bali, Sasak dan Madura yang berisi
peristiwa sejarah; cerita sejarah ; riwayat sejarah; tambo hikayat.
Yang dimaksud pemilik rumah makan tersebut adalah Soto Babat.
Arti kata babad itu sendiri di dalam
kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu perut besar pada binatang memamah biak
(seperti lembu, kerbau) : daging perut besar. Hal ini tentunya perlu dijadikan
pertimbangan, meskipun di kehidupan masyarakat awam yang tidak tahu-menahu masalah tersebut
karena hal seperti kesalahan penulisan
itu tidak terlalu penting dan tidak dipermasalahkan namun bagi para
pakar linguistik dalam menelaah kesalahan penulisan sebuah papan rumah makan
menjadi hal yang patut untuk diperbaiki karena jika dalam kata atau kalimat terdapat
kesalahan penulisan maka akan berakibat fatal dan mengandung makna yang berbeda
pula. Hal ini menyebabkan kurangnya pengetahuan kita dalam tata bahasa
Indonesia bahwa bahasa juga patut diperhatikan walaupun sedikit kesalahan dalam
penulisan. Oleh karena itu kita harus memperhatikan dalam penulisan dan harus
sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Memperhatikan kesalahan di atas, jelas nampak
bahwa munculnya kesalahan-kesalahan penulisan Bahasa Indonesia dalam sebuah papan rumah makan bukanlah sesuatu yang
bersifat tidak disengaja. Karena aturan atau tata cara berbahasa Indonesia yang
baik dan benar, namun hal ini semata-mata dilakukan sebagai sarana untuk
menciptakan daya tarik tulisan, sehingga terdapat motivasi yang kuat bagi
pembaca. Namun, tentunya hal ini jika tidak ditangani lebih lanjut maka akan
merusak tatanan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengingat
kesalahan-kesalahan tersebut lambat laun akan menjadi sesuatu yang dapat
diterima dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa oleh masyarakat.
Sebuah kata mengemban peran yang penting dalam
sebuah kalimat atau tuturan, karena arti atau makna sebuah kalimat dapat
dibangun dengan pemilihan kata yang tepat. Apabila terjadi kesalahan pemilihan
kata maka terjadi pergeseran arti atau makna kalimat, tidak sebagaimana yang
diinginkan penulisnya. Bagi pembaca, kesalahan tersebut akan menimbulkan
kesalahpahaman atas arti atau makna yang dimaksudkan penulis.
b.
Hasil penelitian
Kajian
morfologi dapat juga dilakukan melalui teknik kisi-kisi atau matriks.
Imperatif aktif
pasif
Babad membabad dibabad
Babat membabat dibabat
Analisis di atas dapat dilihat kata babad
dapat diaktifkan menjadi membabad kemudian di pasifkan menjadi dibabad. Masing-masing
memilki arti yang berbeda yaitu jika di aktifkan memiliki arti yang melakukan
pekerjaan (kata kerja) sedangkan jika di pasifkan dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan.
V.
KESIMPULAN
Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa,
klausa, atau kalimat, serta ketidaktepatan pemakaian partikel. Analisis
kesalahan dalam bidang tata kalimat menyangkut urutan kata, kepaduan, susunan
frase, kepaduan kalimat, dan logika kalimat. Kalimat adalah serangkaian kata
yang tersusun secara bersistem sesuai dengan kaidah yang berlaku untuk
mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan yang relatif lengkap. Sbuah
kalimat hendaknya berisikan suatu gagasan atau ide. Agar gagasan atau ide
sebuah kalimat dapat dipahami pembaca, fungsi bagian kalimat yang meliputi subjek, predikat,
objek, dan keterangan harus tampak dengan jelas (eksplisit).
Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil
analisa / studi pengamatan pada sebuah papan rumah makan terdapat kesalahan
utama dalam penulisan Bahasa Indonesia, yaitu: (1) Kesalahan penulisan kata
(diksi), Kemunculan kesalahan-kesalahan pemakaian Bahasa Indonesia dalam papan
sebuah rumah makan bukanlah sesuatu yang bersifat tidak disengaja. Karena
aturan atau tata cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar, namun hal ini
semata-mata dilakukan sebagai sarana untuk menciptakan daya tarik tulisan,
sehingga terdapat motivasi yang kuat bagi pembaca. Namun, tentunya hal ini jika
tidak ditangani lebih lanjut maka akan merusak tatanan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar, mengingat kesalahan-kesalahan tersebut lambat laun akan menjadi
sesuatu yang dapat diterima dan akhirnya dianggap sebagai hal yang biasa oleh
masyarakat.
VI.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku :
R, Odien. 2004. Ikhwal
Ilmu Bahasa dan Cakupannya: Banten. FKIP Untirta Press
.Alya, Qonita. 2009.
Kamus Besar Bahasa Indonesia: Jakarta. PT. Indahjaya Adipratama
M.pd. Dr. H.
Syarifudin E. 2009. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Banten. Fakultas
Tarbiyah dan Adab IAIN “SMH”
Finoza, Lamuddin.2009. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta:Diksi Insan Mulia
Sumber Internet :
VII.
LAMPIRAN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar